iWarta.com – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang tergabung dalam Kelompok IPA 003 A melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan berupa pemberdayaan masyarakat di Sentra Olahan Salak Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Sentra Olahan Salak di Kalurahan Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Salak Menjadi Produk Teh Herbal Bernilai Ekonomi” tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis projek sekaligus pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa calon guru.
Projek ini berangkat dari potensi komoditas salak yang melimpah di wilayah Turi, Sleman. Sentra Olahan Salak Wonokerto telah mengembangkan berbagai produk berbahan dasar salak, namun kulit salak hasil produksi belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa PPG UST untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan melalui pemanfaatan kulit salak menjadi teh herbal yang memiliki nilai guna dan potensi nilai ekonomi. Sebelum kegiatan utama, mahasiswa melakukan observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, koordinasi dengan pengurus Sentra Olahan Salak Wonokerto, uji coba pengolahan kulit salak, penyusunan materi, serta persiapan alat dan bahan. Tahapan tersebut dilakukan agar kegiatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, anggota Sentra Olahan Salak Wonokerto mengikuti sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan teh herbal kulit salak. Proses yang diperkenalkan meliputi persiapan bahan, pencucian, pengeringan, pengolahan, penyeduhan, hingga pengemasan. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai kemasan, label, analisis usaha, dan strategi pemasaran sederhana sebagai bekal pengembangan produk. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam diskusi dan praktik. Melalui pendekatan tersebut, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra.
Projek ini sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa PPG. Setiap anggota menjalankan peran berbeda dalam koordinasi, administrasi, keuangan, hubungan masyarakat, logistik, dokumentasi, dan pengelolaan acara. Dari proses tersebut, mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan posisi, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi, komunikasi, kolaborasi, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan. Melalui Projek Kepemimpinan ini, mahasiswa PPG UST berharap inovasi teh herbal kulit salak dapat terus dikembangkan oleh Sentra Olahan Salak Wonokerto secara mandiri dan berkelanjutan. Pengalaman ini juga memperkuat pemahaman bahwa calon guru dapat berperan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang mampu membangun kolaborasi dan mendorong perubahan yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan