iWarta.com – Kesuksesan dalam dunia profesional tidak selalu harus menunggu usia matang. Sebagian orang justru mulai memikul tanggung jawab besar sejak usia muda. Salah satu perjalanan karier yang menarik untuk ditelusuri adalah kisah Sufmi Dasco Ahmad, tokoh politik nasional yang telah berkecimpung dalam dunia bisnis jauh sebelum memasuki panggung politik Indonesia.
Lahir di Bandung pada 7 Oktober 1967, Sufmi Dasco Ahmad memiliki pengalaman profesional yang dimulai sejak usia relatif muda. Pada 1989, ketika usianya sekitar 22 tahun, Dasco tercatat mulai menjabat sebagai Direktur PT Randika Dwa Perkasa, posisi yang diembannya hingga 2007.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam riwayat kariernya. Sebelum dikenal sebagai Wakil Ketua DPR RI, Dasco telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia usaha, hukum, dan organisasi.

Menjadi Direktur di Usia Muda, Awal Perjalanan Sufmi Dasco Ahmad
Bagi banyak anak muda, usia 22 tahun merupakan masa untuk menyelesaikan pendidikan tinggi atau memulai pekerjaan pertama. Namun, perjalanan Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan pengalaman yang berbeda.
Berdasarkan riwayat pekerjaan yang dipublikasikan Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Dasco tercatat menjabat sebagai Direktur PT Randika Dwa Perkasa pada periode 1989–2007.
Apabila merujuk pada tahun kelahirannya, Dasco baru berusia sekitar 21–22 tahun ketika memulai jabatan tersebut. Artinya, tanggung jawab sebagai direktur sudah menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sejak usia yang relatif muda.
Menjabat sebagai direktur merupakan posisi yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab terhadap jalannya perusahaan. Meski rincian tugas Dasco di perusahaan tersebut tidak banyak dipublikasikan, riwayat jabatannya menunjukkan bahwa ia telah memasuki lingkungan kepemimpinan bisnis sejak awal karier.
Pengalaman ini menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan Sufmi Dasco Ahmad yang tidak selalu mendapat perhatian sebesar kiprahnya dalam politik nasional.
Membangun Pengalaman Bisnis Sebelum Masuk Dunia Politik
Karier Dasco tidak berhenti pada satu perusahaan. Setelah menjalani periode panjang di PT Randika Dwa Perkasa, ia tercatat menempati sejumlah posisi profesional lainnya.
Pada 2007, Dasco menjabat sebagai Direktur PT Omerta Cipta Securita. Selanjutnya, ia tercatat menjadi Direktur Utama PT Pasopati Indorisk pada periode 2010–2014.
Selain aktivitas bisnis, Dasco juga mengembangkan pengalaman dalam bidang hukum. Ia pernah menjadi Senior Partner di Vendetta Law Firm pada 2005–2013 dan Direktur Pusat Kajian Sengketa Pemilu pada 2011–2014.
Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan perkembangan karier yang melintasi beberapa bidang, mulai dari perusahaan swasta, praktik hukum, hingga kajian persoalan pemilihan umum.
Dalam konteks pengembangan karier, perpindahan dan perluasan bidang profesional seperti ini menunjukkan pentingnya pengalaman serta kemampuan beradaptasi terhadap tanggung jawab yang berbeda.
Pendidikan Menjadi Bagian Penting dalam Perjalanan Karier
Di tengah aktivitas profesionalnya, Sufmi Dasco Ahmad juga menempuh pendidikan dalam bidang teknik dan hukum.
Dasco mengawali pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Elektro Universitas Pancasila dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1993.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana hukum di Universitas Jakarta, meraih gelar magister hukum dari Universitas Islam Jakarta pada 2012, serta menyelesaikan pendidikan doktor ilmu hukum di Universitas Islam Bandung pada 2015.
Perjalanan akademiknya berlanjut hingga ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Pakuan pada 2022.
Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan formal tetap menjadi bagian dari perjalanan profesional Dasco, meskipun dirinya telah lebih dahulu memiliki pengalaman dalam dunia bisnis.
Dari Dunia Usaha Menuju Panggung Politik Nasional
Pengalaman profesional Sufmi Dasco Ahmad kemudian diikuti keterlibatannya dalam dunia politik.
Pada 2008, Dasco mulai menempati posisi kepengurusan di Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra. Ia kemudian dipercaya menangani bidang organisasi dan keanggotaan partai.
Karier politiknya berkembang ketika terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten III pada Pemilihan Umum 2014. Pada periode tersebut, ia bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Pada 2019, Dasco dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Posisi tersebut kembali diembannya untuk periode 2024–2029.
Perjalanan dari seorang direktur perusahaan pada usia muda hingga menduduki posisi pimpinan lembaga legislatif nasional memperlihatkan perubahan ruang tanggung jawab yang cukup besar sepanjang kariernya.
Pelajaran dari Perjalanan Sufmi Dasco Ahmad bagi Generasi Muda
Kisah karier Sufmi Dasco Ahmad dapat menjadi bahan refleksi bagi generasi muda yang sedang membangun masa depan profesional.
Pengalaman menjadi direktur pada usia sekitar 22 tahun memperlihatkan bahwa jabatan kepemimpinan tidak selalu identik dengan seseorang yang telah berusia jauh lebih matang.
Namun, keberhasilan karier tidak cukup dinilai hanya berdasarkan usia saat seseorang memperoleh jabatan. Kompetensi, integritas, pengalaman, dan kemampuan menjalankan tanggung jawab tetap menjadi ukuran penting bagi seorang pemimpin.
Perjalanan Dasco juga memberikan gambaran bahwa pengembangan kemampuan tidak berhenti setelah seseorang memasuki dunia kerja. Pendidikan, pengalaman organisasi, serta keterlibatan dalam bidang profesional yang berbeda dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.
Bagi generasi muda, pesan yang dapat dipetik bukan sekadar bagaimana memperoleh jabatan tinggi lebih cepat, melainkan bagaimana mempersiapkan diri untuk menjalankan tanggung jawab yang menyertainya.
Perjalanan Panjang yang Dimulai Sejak Usia 22 Tahun
Saat ini, publik lebih mengenal Sufmi Dasco Ahmad sebagai salah satu tokoh penting di Partai Gerindra dan Wakil Ketua DPR RI. Namun, perjalanan profesionalnya telah dimulai beberapa dekade sebelum ia menduduki jabatan tersebut.
Catatan kariernya sebagai Direktur PT Randika Dwa Perkasa sejak 1989 menunjukkan bahwa dunia usaha merupakan bagian awal yang penting dalam riwayat pekerjaannya.
Dari perusahaan swasta, praktik hukum, dunia akademik, hingga lembaga legislatif, perjalanan Dasco menjadi contoh bagaimana karier seseorang dapat berkembang melalui berbagai bidang.
Melalui kisah tokoh dan perjalanan profesional seperti ini, iWarta.com menghadirkan perspektif tentang pengalaman, kepemimpinan, dan dinamika karier yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pembaca Indonesia.

Tinggalkan Balasan