iwarta.com – Modal usaha menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok, membeli peralatan, memperluas tempat usaha, hingga meningkatkan kapasitas produksi.
Pemerintah menyediakan sejumlah program pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Program tersebut tersedia dalam bentuk kredit bersubsidi, pembiayaan ultra mikro, pembiayaan kelompok, dana bergulir koperasi, serta bantuan usaha dari pemerintah daerah.
Namun, tidak semua modal usaha dari pemerintah diberikan secara gratis.
Sebagian besar program berbentuk kredit atau pembiayaan yang wajib dikembalikan melalui angsuran. Sementara itu, bantuan tanpa pengembalian biasanya tersedia melalui program khusus, memiliki kuota terbatas, dan hanya dibuka pada periode tertentu.
Lalu, bagaimana cara dapat modal usaha dari pemerintah? Berikut program, persyaratan, dan jalur pengajuan yang dapat dipertimbangkan.
1. Kredit Usaha Rakyat
Kredit Usaha Rakyat atau KUR merupakan program kredit dan pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.
Program ini disalurkan melalui bank dan lembaga keuangan resmi. Pemerintah memberikan subsidi bunga agar biaya pembiayaan lebih terjangkau bagi pelaku UMKM.
Dana KUR dapat digunakan sebagai modal kerja maupun investasi. Pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk membeli bahan baku, menambah persediaan, membeli mesin, memperbaiki tempat usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi.
KUR tidak termasuk bantuan gratis. Penerima tetap wajib membayar angsuran sesuai jumlah pembiayaan, tenor, dan ketentuan bank penyalur.
Syarat umum pengajuan KUR
Pelaku usaha biasanya perlu menyiapkan beberapa dokumen berikut:
- KTP elektronik.
- Kartu Keluarga.
- Nomor Induk Berusaha atau surat keterangan usaha.
- Rekening bank.
- Bukti kegiatan usaha.
- Catatan penjualan atau arus kas.
- NPWP untuk jumlah pembiayaan tertentu.
- Dokumen tambahan sesuai ketentuan bank.
Bank akan memeriksa kondisi usaha, riwayat kredit, kemampuan membayar, dan tujuan penggunaan dana.
Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui kantor bank penyalur. Sejumlah bank juga menyediakan pendaftaran awal secara daring. Namun, pemohon tetap harus mengikuti proses verifikasi dan survei usaha.
2. Pembiayaan Ultra Mikro
Pelaku usaha yang belum dapat memperoleh kredit dari bank dapat mempertimbangkan Pembiayaan Ultra Mikro atau UMi.
Program ini ditujukan kepada pelaku usaha berskala sangat kecil yang belum memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan.
Pembiayaan UMi dikelola oleh Pusat Investasi Pemerintah di bawah Kementerian Keuangan. Penyaluran dana dilakukan melalui lembaga keuangan bukan bank dan mitra penyalur resmi.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh pedagang kecil, pemilik warung, penjual makanan rumahan, pengrajin, petani kecil, serta pelaku usaha ultra mikro lainnya.
Syarat umum Pembiayaan UMi
Calon penerima umumnya harus memenuhi beberapa ketentuan berikut:
- Memiliki usaha ultra mikro.
- Belum dapat mengakses pembiayaan bank.
- Memiliki KTP elektronik.
- Membutuhkan modal dalam skala ultra mikro.
- Tidak sedang menerima kredit program pemerintah tertentu.
- Bersedia mengikuti pemeriksaan dari lembaga penyalur.
Pengajuan dilakukan melalui lembaga penyalur resmi di daerah. Pelaku usaha perlu memastikan lembaga tersebut benar-benar menjadi mitra program UMi.
Jangan memberikan uang kepada pihak yang mengaku dapat mempercepat proses pencairan.
3. PNM Mekaar
PNM Mekaar dapat menjadi pilihan bagi perempuan dari keluarga prasejahtera yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha ultra mikro.
Program ini memakai sistem pembiayaan kelompok. Calon nasabah biasanya membentuk kelompok bersama perempuan lain yang tinggal dalam satu lingkungan.
PNM Mekaar tidak hanya memberikan pembiayaan. Nasabah juga memperoleh pendampingan, pembinaan kelompok, dan edukasi mengenai pengelolaan keuangan usaha.
Syarat umum PNM Mekaar
Dokumen dan ketentuan yang biasanya diperlukan meliputi:
- KTP calon nasabah.
- Kartu Keluarga.
- KTP suami atau wali.
- Persetujuan suami atau wali.
- Memiliki atau merencanakan usaha produktif.
- Bergabung dalam kelompok.
- Bersedia mengikuti pertemuan kelompok.
- Lolos verifikasi petugas PNM.
Pengajuan sebaiknya dilakukan melalui kantor atau petugas resmi PNM di wilayah tempat tinggal.
Sebelum menyetujui pembiayaan, calon nasabah perlu memahami jumlah dana yang diterima, jangka waktu, jumlah angsuran, jadwal pertemuan, serta ketentuan tanggung renteng.
4. Pembiayaan Usaha Melalui PNM
Selain Mekaar, PNM juga memiliki layanan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan modal secara perorangan.
Program ini lebih sesuai bagi usaha yang telah berjalan, memiliki pemasukan rutin, dan dapat menunjukkan kemampuan membayar angsuran.
Pemohon biasanya perlu menyiapkan:
- KTP.
- Kartu Keluarga.
- Nomor Induk Berusaha.
- Surat keterangan usaha.
- NPWP jika dipersyaratkan.
- Catatan pemasukan usaha.
- Dokumen jaminan sesuai jenis pembiayaan.
Pelaku usaha perlu menghitung kebutuhan dana sebelum mengajukan pembiayaan. Jangan mengambil plafon besar apabila arus kas usaha belum mampu membayar angsurannya.
5. Dana Bergulir Melalui Koperasi
Pelaku usaha yang menjadi anggota koperasi juga dapat memperoleh akses modal melalui koperasi.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir atau LPDB Koperasi memberikan pembiayaan kepada koperasi yang memenuhi persyaratan. Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk memperkuat layanan pembiayaan kepada anggota.
LPDB tidak menyalurkan pinjaman secara langsung kepada setiap pelaku UMKM perorangan.
Pelaku usaha perlu menjadi anggota koperasi yang sehat, aktif, dan memiliki program pembiayaan bagi anggota.
Koperasi yang mengajukan pembiayaan biasanya harus memiliki:
- Badan hukum koperasi.
- Nomor Induk Koperasi.
- Nomor Induk Berusaha.
- NPWP.
- Laporan keuangan.
- Laporan Rapat Anggota Tahunan.
- Rekening koran.
- Susunan pengurus.
- Usaha produktif yang jelas.
- Dokumen jaminan jika dipersyaratkan.
Pengajuan dana bergulir dilakukan melalui jalur resmi LPDB Koperasi. Pelaku koperasi perlu menghindari pihak yang meminta komisi atau biaya pencairan.
6. Bantuan UMKM dari Pemerintah Daerah
Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga dapat membuka program bantuan bagi pelaku UMKM.
Jenis bantuan berbeda pada setiap daerah. Pemerintah daerah dapat memberikan alat produksi, bantuan kemasan, sertifikasi halal, pelatihan, fasilitas pameran, pemasaran digital, atau tambahan modal dalam jumlah tertentu.
Informasi program dapat diperoleh melalui:
- Dinas Koperasi dan UMKM.
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
- Kantor kecamatan.
- Kantor kelurahan atau desa.
- Situs pemerintah daerah.
- Media sosial resmi instansi.
- Pusat Layanan Usaha Terpadu.
- Rumah BUMN.
Pelaku usaha perlu memeriksa pengumuman secara berkala. Program bantuan daerah biasanya memiliki jadwal pendaftaran singkat dan jumlah penerima terbatas.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Persyaratan setiap program dapat berbeda. Namun, pelaku usaha sebaiknya menyiapkan beberapa dokumen berikut sejak awal:
- KTP elektronik.
- Kartu Keluarga.
- Nomor Induk Berusaha.
- NPWP jika dipersyaratkan.
- Surat keterangan usaha.
- Foto tempat usaha.
- Foto kegiatan produksi.
- Rekening bank.
- Catatan penjualan.
- Catatan pengeluaran.
- Rencana penggunaan dana.
- Dokumen jaminan jika dibutuhkan.
Pelaku usaha yang belum memiliki NIB dapat mengurusnya melalui sistem Online Single Submission atau OSS.
Legalitas usaha dapat mempermudah pemilik bisnis mengikuti program pembiayaan, pelatihan, sertifikasi, pameran, dan pengadaan pemerintah.
Buat Rencana Penggunaan Modal
Sebelum mengajukan pembiayaan, tentukan jumlah modal yang benar-benar dibutuhkan.
Sebagai contoh, pemilik usaha makanan membutuhkan dana sebesar Rp10 juta. Penggunaan dana dapat direncanakan sebagai berikut:
- Bahan baku sebesar Rp3 juta.
- Peralatan produksi sebesar Rp2,5 juta.
- Kemasan dan label sebesar Rp1,5 juta.
- Sewa tempat sebesar Rp2 juta.
- Dana operasional sebesar Rp1 juta.
Rencana yang jelas akan membantu pelaku usaha menggunakan modal secara terarah.
Lembaga pembiayaan juga dapat melihat bahwa pemohon memahami kebutuhan, kondisi usaha, dan tujuan penggunaan dana.
Hindari menggunakan modal usaha untuk membeli barang konsumtif yang tidak berhubungan dengan kegiatan bisnis.
Cara Meningkatkan Peluang Pengajuan Disetujui
Pelaku usaha perlu memperbaiki administrasi sebelum mengajukan modal.
Catat pemasukan dan pengeluaran secara rutin. Pisahkan uang pribadi dengan uang usaha agar arus kas dapat diperiksa dengan mudah.
Pastikan cicilan, paylater, kartu kredit, dan pinjaman lain dibayar tepat waktu. Tunggakan dapat memengaruhi penilaian lembaga keuangan.
Ajukan pembiayaan sesuai kemampuan usaha. Angsuran harus dapat dibayar dari pendapatan usaha tanpa mengganggu kebutuhan operasional.
Pemohon juga harus memberikan informasi yang jujur. Jangan memalsukan omzet, lama usaha, alamat, atau dokumen legalitas.
Waspadai Penipuan Bantuan Modal
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap pesan yang menjanjikan bantuan modal pemerintah secara instan.
Jangan mengirim biaya administrasi ke rekening pribadi. Jangan memberikan PIN, kode OTP, kata sandi, atau informasi rekening kepada orang lain.
Periksa informasi melalui situs dan media sosial resmi lembaga terkait.
Program pemerintah yang sah biasanya memiliki nama program, persyaratan, jadwal pendaftaran, sasaran penerima, dan jalur pengajuan yang jelas.
Pelaku usaha juga perlu memastikan status dana sejak awal. Tanyakan apakah dana tersebut termasuk bantuan, hibah, kredit, pembiayaan, atau dana bergulir.
Jadi, Bagaimana Cara Dapat Modal Usaha dari Pemerintah?
Cara dapat modal usaha dari pemerintah dapat dilakukan melalui KUR, Pembiayaan UMi, PNM Mekaar, pembiayaan usaha PNM, koperasi penerima dana LPDB, serta program bantuan UMKM pemerintah daerah.
Setiap program memiliki sasaran, persyaratan, dan kewajiban yang berbeda.
KUR lebih sesuai bagi pelaku usaha produktif yang dapat memenuhi penilaian bank. Pembiayaan UMi ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro yang belum dapat mengakses perbankan.
PNM Mekaar dapat dimanfaatkan oleh perempuan prasejahtera melalui sistem kelompok. Sementara itu, dana LPDB dapat diakses melalui koperasi yang memenuhi persyaratan.
Sebelum mengajukan, lengkapi legalitas usaha, rapikan catatan keuangan, dan susun rencana penggunaan modal.
Gunakan jalur resmi agar proses pengajuan aman dan terhindar dari penipuan.

